Bandung Barat, Kabbar.my.id — Kondisi memprihatinkan terjadi di SD Negeri Margalaksana, Desa Kertamukti, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Dua ruang kelas di sekolah ini telah roboh sejak tahun 2018 dan hingga kini belum juga diperbaiki. Akibatnya, puluhan siswa terpaksa belajar bergilir dalam satu ruangan sempit yang seharusnya tidak menampung dua kelas sekaligus.
Kepala Sekolah, Pupung, menyampaikan bahwa pihaknya sudah berulang kali mengajukan proposal perbaikan kepada Dinas Pendidikan KBB, namun belum juga mendapatkan respon konkret. Ia menuturkan bahwa kondisi atap yang lapuk, tembok retak, dan lantai yang tidak rata sudah membahayakan keselamatan siswa. Bahkan saat musim hujan, air sering merembes masuk ke ruang belajar, membuat proses belajar mengajar terganggu.
Para guru akhirnya mengatur jadwal belajar secara bergilir. Siswa kelas 1 dan 2 belajar di pagi hari, sementara kelas 3 dan 4 baru masuk setelah jam istirahat. Metode darurat ini membuat siswa kesulitan untuk fokus dan beradaptasi dengan jam belajar yang berubah-ubah. Orang tua murid pun mulai resah dan berharap pemerintah segera turun tangan untuk membangun kembali ruang kelas yang roboh.
Kondisi seperti ini memperlihatkan bahwa masih ada sekolah di Bandung Barat yang belum mendapatkan perhatian maksimal, padahal sektor pendidikan menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah. Masyarakat berharap Pemkab KBB segera melakukan inspeksi lapangan dan menetapkan anggaran khusus agar hak belajar anak-anak tetap terjamin.














Komentar
Tuliskan Komentar Anda!