NGAMPRAH, BANDUNG BARAT – Pencarian macan tutul jantan yang lepas dari kandang karantina Lembang Park & Zoo (LPZ) terus berlanjut hingga Rabu, 3 September 2025. Satwa liar ini belum berhasil ditemukan sejak kabur pada Kamis, 28 Agustus 2025 pagi.
Macan tutul yang merupakan titipan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat diduga kabur karena stres akibat paparan sinar matahari pagi yang membuatnya menjebol bagian atas kandang karantina.
Tim gabungan menemukan bahwa satwa tersebut masih berada di area LPZ berdasarkan jejak kaki, kotoran, serta rekaman kamera drone thermal. Namun, setelah tujuh hari pencarian, macan tutul diduga mulai keluar dari area taman.
“Potensi keluar dari area Lembang Park Zoo memang ada. Kami bersama tim BBKSDA terus melacak dan memetakan keberadaannya,” kata Humas LPZ, Miftah Setiawan, Rabu, 3 September 2025.
Penelusuran terakhir menunjukkan macan tutul terlihat pada malam ke-5 sejak kabur. Pencarian malam hari masih dilakukan dengan bantuan dua unit drone thermal untuk memaksimalkan pemantauan.
Hingga hari ke-7, dua tim pencarian aktif melakukan pengejaran di dalam dan luar area LPZ. “Umpan yang dipasang masih utuh hingga kini, dan Alhamdulillah belum ada laporan gangguan pada ternak warga sekitar,” tambah Miftah.
Selain itu, jumlah kandang jebak ditambah dari empat menjadi enam unit, dan alat pemantau drone thermal menjadi dua unit untuk memperbesar peluang penangkapan.
“Ini sudah hari ke-7, semoga ada perkembangan lagi. Jadi ada dua tim penelusuran di luar area Lembang Park Zoo dan juga di dalam area,” pungkasnya.














Komentar
Tuliskan Komentar Anda!