Harga Sembako Naik di Awal Desember, Pemerintah Pastikan Pasokan Aman dan Stabil

Harga Sembako Naik di Awal Desember, Pemerintah Pastikan Pasokan Aman dan Stabil

Kabbar.my.id — Memasuki awal bulan Desember, beberapa pasar tradisional di wilayah Bandung Raya mulai mencatat adanya kenaikan harga sejumlah bahan pokok. Kenaikan ini mulai terasa sejak akhir pekan lalu, namun trennya semakin jelas hari ini (1/12). Beberapa pedagang menyebut fenomena ini sebagai tren tahunan menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru.

Berdasarkan hasil pemantauan lapangan di beberapa pasar seperti Pasar Panorama, Tagog Apu, dan Pasar Batujajar, harga beras premium naik sekitar Rp1.000–Rp2.000 per kilogram. Sementara itu, telur ayam ras kini berada di kisaran Rp29.000–Rp32.000 per kilogram, naik dari harga sebelumnya Rp27.000–Rp28.500. Cabai merah besar mengalami kenaikan paling signifikan, mencapai Rp65.000–Rp78.000 per kilogram tergantung jenis dan kualitas.

Salah satu pedagang, Asep (47), mengungkapkan bahwa kenaikan ini dipengaruhi oleh perubahan musim, tingginya permintaan, serta pengiriman pasokan dari wilayah petani yang belum stabil.

“Setiap masuk bulan Desember pasti mulai naik. Biasanya nanti pertengahan bulan paling tinggi karena permintaan makin banyak,” ujarnya.

Meski harga naik, stok di pasar masih mencukupi dan belum ditemukan indikasi kelangkaan. Pemerintah daerah melalui Dinas Perdagangan dan Ketahanan Pangan menyampaikan bahwa mereka akan mulai melakukan langkah pengendalian, seperti operasi pasar, pemantauan distribusi, serta koordinasi dengan pemasok dan distributor bahan pokok.

Kepala Bidang Perdagangan daerah mengatakan bahwa masyarakat diminta tetap tenang dan berbelanja sesuai kebutuhan, bukan panik membeli.

“Kenaikan ini masih dalam kategori wajar. Kami sudah menyiapkan beberapa langkah stabilisasi agar harga tidak melonjak terlalu tinggi menjelang perayaan akhir tahun,” jelasnya.

Pemerintah juga berencana menambah titik penjualan pangan murah jika dibutuhkan, terutama di wilayah dengan tingkat permintaan tinggi dan akses transportasi terbatas.

Dengan langkah antisipasi ini, diharapkan harga bahan pokok tetap terkendali dan daya beli masyarakat tidak tertekan menjelang libur panjang akhir tahun.