Bandung Barat, Kabbar.my.id — Kabupaten Bandung Barat dan seluruh wilayah Jawa Barat masih berada dalam status siaga darurat bencana hidrometeorologi, yang dipertahankan hingga akhir April 2026. Faktor utama penetapan status ini adalah potensi banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem akibat curah hujan yang meningkat menjelang puncak musim hujan.
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat menjelaskan bahwa meskipun puncak aktivitas hujan sempat terjadi pada Desember 2025, potensi kejadian serupa kembali meningkat pada Januari hingga Maret 2026. Pemerintah daerah telah mengaktifkan sistem pemantauan intensif di wilayah rawan seperti Lembang, Cisarua, Rongga, Gununghalu, dan Cililin.
Berbagai upaya mitigasi telah disiapkan, termasuk pembentukan kluster logistik, penyediaan perlengkapan darurat, dan pelatihan bagi relawan serta aparatur desa. Pemerintah juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mempercepat respon saat terjadi situasi darurat.
Selain kesiapsiagaan fisik, penyebaran informasi peringatan dini kepada masyarakat juga terus dilakukan. Warga diimbau untuk selalu memantau kondisi cuaca serta melaporkan tanda-tanda bahaya seperti retakan tanah atau aliran air yang meningkat.
Dengan status siaga yang masih berlaku, pemerintah berharap koordinasi dan partisipasi masyarakat dapat meminimalkan dampak bencana serta menjaga keselamatan warga di seluruh wilayah Kabupaten Bandung Barat.
.jpg)













Komentar
Tuliskan Komentar Anda!