Kabar Dunia Sepekan: Perang Iran-Israel Berakhir, Agam Rinjani Dijuluki Pahlawan

Kabar Dunia Sepekan: Perang Iran-Israel Berakhir, Agam Rinjani Dijuluki Pahlawan

Senin, 30 Juni 2025

KABBAR.MY.ID – Sejumlah peristiwa internasional menjadi sorotan selama sepekan terakhir, mulai dari berakhirnya perang Iran-Israel hingga kisah heroik Agam Rinjani di Gunung Rinjani. Berikut rangkumannya:

1. Iran Umumkan Berakhirnya Perang 12 Hari Lawan Israel

Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengumumkan berakhirnya perang 12 hari melawan Israel pada Selasa (24/6/2025). Ia menegaskan perang tersebut dipicu oleh provokasi Israel, namun kini telah dicapai kesepakatan gencatan senjata.

2. Agam Rinjani Dijuluki Pahlawan

Agam Rinjani mendapat julukan pahlawan dari netizen dan media Brasil setelah mengevakuasi jenazah pendaki asal Brasil, Juliana Marins, yang tewas di jurang sedalam 600 meter di Gunung Rinjani. Aksinya terekam video dan disiarkan langsung di media sosial.

3. Iran Beri Peringatan ke AS Sebelum Serangan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengucapkan terima kasih kepada Iran karena memberikan peringatan dini sebelum menyerang pangkalan AS di Qatar. Peringatan tersebut dinilai menyelamatkan nyawa dan mencegah kerusakan besar.

4. Strategi Rumit AS Menyerang Iran

AS melancarkan serangan kejutan ke Iran dengan mengerahkan pesawat pengebom B-2. Manuver ini diawali dengan umpan penerbangan ke Guam, sebelum tujuh bomber sebenarnya menyerang langsung ke timur selama 18 jam.

5. Bocah Indonesia Jadi Korban di Singapura

Seorang bocah asal Indonesia berusia 5 tahun dipukul dengan botol anggur saat duduk di luar kedai kopi Arabica Singapore. Pelaku tiba-tiba menyerang tanpa alasan jelas.

6. Pendaki Irlandia Hampir Tewas di Rinjani

Paul Farrell, pendaki asal Irlandia, nyaris bernasib sama dengan Juliana Marins. Ia terjatuh 200 meter saat mendaki Gunung Rinjani, namun berhasil selamat meski dalam kondisi kritis.

7. Kondisi Tiga Situs Nuklir Iran Usai Diserang AS

AS menggempur tiga fasilitas nuklir utama Iran, termasuk Fordo dan Natanz. Presiden Trump mengklaim serangan menghancurkan fasilitas, namun Iran menepis klaim tersebut dengan menyebut dampak serangan tidak signifikan.